Writing the Conclusion of a Journal Article 
Menulis Bagian Kesimpulan dalam Artikel Jurnal 
Collated and edited by Ross Woods, 2026
The conclusion is the final section of a journal article before the list of references. Its purpose is to provide a brief, clear summary of what the study has shown and why it matters. Unlike the discussion section, the conclusion does not compare the findings with previous research in detail. Instead, it brings the article to a logical and satisfying ending.
Conclusions should leave readers with a clear understanding of the value of the study. A good conclusion answers questions such as:
- What did this study discover?
- Why are these findings important?
- What contribution does this study make?
- What are the practical implications?
- What limitations should readers be aware of?
- What further research is needed?
Typical structure
Most journal article conclusions contain the five elements below. Not every journal requires them all, but this structure is appropriate for most research articles.
- Restate the purpose of the study.
- Briefly summarize the major findings.
- Explain the overall significance of the findings.
- Acknowledge the limitations of the study.
- Suggest directions for future research.
Step 1. Restate the purpose
Begin by reminding readers why the study was conducted. Do not simply copy the wording from the introduction. For example: This study examined how theology students experienced online learning during their first semester.
Step 2. Summarize the main findings
Keep the summary brief. Summarize only the most important findings and do not introduce new results. For example:
The findings indicate that students initially experienced uncertainty when using online learning but gradually developed confidence through practice, peer support, and increasing familiarity with the technology.
Step 3. Explain why the findings matter
Tell readers why the study is important. The conclusion should answer the question: "So what?" For example:
These findings suggest that early support may be more important than technical expertise in helping new online students succeed.
Step 4. Describe the limitations
Every study has limitations. A limitation describes what the study could not do or did not intend to do, not what the researcher did wrong. Acknowledging them does not weaken the article. Instead, it strengthens the study by qualifying its findings, and demonstrates that the researcher understands the strengths and boundaries of the study. Avoid apologizing for the limitations. Simply describe them objectively.
Common limitations include:
- a small sample
- one institution or organization
- one geographical location
- one cultural setting
- one period of time
- volunteer participants
- limited types of data
- reliance on self-reported experiences
For example: “This study was conducted at a single theological college and consequently might not represent the experiences of students in other institutions or educational contexts.”
Step 5. Suggest future research
Future research should build naturally on the limitations or unanswered questions identified in the study. Do not simply write: “More research is needed.” Instead, explain what kind of research would be useful and give specific topics or problems. For example:
Future research could examine whether similar experiences occur in other theological colleges, different countries, or undergraduate programs. Longitudinal studies could also investigate how students' experiences change over time.
Good suggestions are:
- specific
- realistic
- related to the findings
- useful for advancing knowledge
Keep the conclusion brief
For most journal articles, the conclusion is much shorter than the discussion. Its purpose is to summarize and conclude—not to introduce new arguments or review the literature.
Beberapa istilah
Berikut adalah suatu penjelasan singkat tentang istilah-istilah yang sering membingungkan mahasiswa.
- Hasil penelitian: Data atau fakta yang diperoleh dari penelitian. Hasil penelitian menjawab pertanyaan, "Apa yang ditemukan?"
- Temuan penelitian: Penemuan atau pola penting yang muncul dari hasil penelitian. Istilah temuan biasanya lebih menekankan hal-hal yang bermakna daripada sekadar penyajian data.
- Kesimpulan: Makna dari temuan penelitian. Kesimpulan menjawab pertanyaan, "Apa arti temuan tersebut?" dan "Apa yang dapat disimpulkan?"
- Bab Penutup: Bab terakhir dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Bab ini biasanya memuat kesimpulan, keterbatasan penelitian, implikasi, dan/atau saran. Jadi, Bab Penutup bukan hanya kesimpulan.
- Saran: Rekomendasi berdasarkan hasil penelitian, misalnya bagi praktisi, pembuat kebijakan, atau peneliti berikutnya.
- Implikasi: Dampak atau manfaat temuan penelitian terhadap teori, praktik, kebijakan, atau penelitian selanjutnya.
- Keterbatasan penelitian: Hal-hal yang membatasi ruang lingkup atau kekuatan penelitian, bukan kesalahan peneliti.
Cara mudah mengingat:
- Hasil penelitian → Apa yang ditemukan?
- Temuan penelitian → Penemuan penting apa yang muncul?
- Kesimpulan → Apa arti temuan tersebut?
- Saran → Apa yang sebaiknya dilakukan?
- Bab Penutup → Bab yang memuat semua bagian penutup, termasuk kesimpulan.
Kesimpulan adalah bagian terakhir dari artikel jurnal sebelum daftar pustaka. Tujuannya adalah memberikan ringkasan yang singkat dan jelas tentang apa yang telah ditunjukkan oleh penelitian dan mengapa hal tersebut penting. Berbeda dengan bagian pembahasan, kesimpulan tidak membandingkan temuan dengan penelitian sebelumnya secara terperinci. Sebaliknya, kesimpulan membawa artikel pada akhir yang logis dan memuaskan.
Kesimpulan harus memberikan pemahaman yang jelas kepada pembaca tentang nilai penelitian tersebut. Kesimpulan yang baik menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:
- Apa yang ditemukan oleh penelitian ini?
- Mengapa temuan-temuan ini penting?
- Kontribusi apa yang diberikan oleh penelitian ini?
- Apa implikasi praktisnya?
- Keterbatasan apa yang perlu diketahui oleh pembaca?
- Penelitian lanjutan apa yang diperlukan?
Struktur umum
Sebagian besar kesimpulan artikel jurnal memuat lima unsur berikut. Tidak semua jurnal mengharuskan semuanya, tetapi struktur ini sesuai untuk sebagian besar artikel penelitian.
- Nyatakan kembali tujuan penelitian.
- Ringkas secara singkat temuan-temuan utama.
- Jelaskan signifikansi keseluruhan dari temuan tersebut.
- Akui keterbatasan penelitian.
- Sarankan arah untuk penelitian selanjutnya.
Langkah 1. Nyatakan kembali tujuan penelitian
Mulailah dengan mengingatkan pembaca mengapa penelitian tersebut dilakukan. Jangan hanya menyalin kata-kata dari bagian pendahuluan. Sebagai contoh: Penelitian ini mengkaji pengalaman mahasiswa teologi dalam mengikuti pembelajaran daring selama semester pertama mereka.
Langkah 2. Ringkas temuan utama
Buatlah ringkasan secara singkat. Ringkas hanya temuan-temuan yang paling penting dan jangan memperkenalkan hasil baru. Sebagai contoh:
Temuan menunjukkan bahwa pada awalnya mahasiswa mengalami ketidakpastian ketika menggunakan pembelajaran daring, tetapi secara bertahap menjadi lebih percaya diri melalui praktik, dukungan teman sebaya, dan meningkatnya pemahaman dalam menggunakan teknologi.
Langkah 3. Jelaskan mengapa temuan tersebut penting
Jelaskan kepada pembaca mengapa penelitian tersebut penting. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan: "Jadi, apa pentingnya?" Sebagai contoh:
Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan pada tahap awal mungkin lebih penting daripada keahlian teknis dalam membantu mahasiswa baru mengikuti pembelajaran daring dengan berhasil.
Langkah 4. Jelaskan keterbatasan
Setiap penelitian memiliki keterbatasan. Keterbatasan menjelaskan apa yang tidak dapat dilakukan atau memang tidak dimaksudkan untuk dilakukan oleh penelitian, bukan kesalahan yang dilakukan oleh peneliti. Mengakui keterbatasan tidak melemahkan artikel. Sebaliknya, hal ini memperkuat penelitian dengan memberikan batasan yang tepat terhadap temuan serta menunjukkan bahwa peneliti memahami kekuatan dan batas-batas penelitiannya. Hindari meminta maaf atas keterbatasan tersebut. Jelaskan saja secara objektif.
Keterbatasan yang umum meliputi:
- sampel yang kecil
- hanya satu institusi atau organisasi
- hanya satu lokasi geografis
- hanya satu konteks budaya
- hanya satu periode waktu
- partisipan yang ikut secara sukarela
- jenis data yang terbatas
- ketergantungan pada pengalaman yang dilaporkan sendiri oleh partisipan
Sebagai contoh: “Penelitian ini dilakukan di satu perguruan tinggi teologi dan oleh karena itu mungkin tidak mewakili pengalaman mahasiswa di institusi atau konteks pendidikan lainnya.”
Langkah 5. Sarankan penelitian selanjutnya
Penelitian selanjutnya sebaiknya dikembangkan secara wajar dari keterbatasan atau pertanyaan yang belum terjawab yang ditemukan dalam penelitian. Jangan hanya menulis: “Diperlukan penelitian lebih lanjut.” Sebaliknya, jelaskan jenis penelitian apa yang akan bermanfaat dan berikan topik atau masalah yang spesifik. Sebagai contoh:
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji apakah pengalaman serupa juga terjadi di perguruan tinggi teologi lainnya, di negara yang berbeda, atau dalam program sarjana. Penelitian longitudinal juga dapat mengkaji bagaimana pengalaman mahasiswa berubah dari waktu ke waktu.
Saran yang baik bersifat:
- spesifik
- realistis
- berkaitan dengan temuan
- bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan
Buat kesimpulan tetap singkat
Untuk sebagian besar artikel jurnal, bagian kesimpulan jauh lebih singkat daripada bagian pembahasan. Tujuannya adalah untuk merangkum dan menyimpulkan—bukan untuk memperkenalkan argumen baru atau meninjau kembali literatur.
CC BY-NC-ND
This work is released under a CC BY-NC-ND license, which means that you are free to do with it as you please as long as you (1) properly attribute it, (2) do not use it for commercial gain, and (3) do not create derivative works. Link
Disclaimer: Artificial Intelligence (AI) was used in some parts of this book. If AI plagiarized your content, contact the author with evidence to initiate changes.